Tampilkan postingan dengan label Filsafat Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Pendidikan. Tampilkan semua postingan


1) Kerangka dasar


Perenealisme memandang education as cultural regression; pendidikan sebagai jalan kembali, atau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti keadaan budaya masa lampau yang dianggap sebagai kebudayaan yang ideal. Tugas pendidikan adalah memberikan pengetahuan tentang nilai-nilai kebenaran yang pasti, absolut, dan abadi yang terdapat dalam kebudayaan masa lampau yang dipandang sebagai kebudayaan ideal tersebut.



Tujuan Pendidikan Filsafat Progresivisme



Bagi progrevisme tujuan pendidikan adalah agar peserta didik (individu) memiliki kemampuan memecahkan berbagai masalah baru dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial, atau dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang berada dalam proses perubahan. Pendidikan juga membantu peserta didik untuk menjadi warga Negara yang demokratis. Menurut progresivisme, sekolah adalah miniature masyarakat yang mampu memberikan berbagai masalah yang terjadi di masyarakat dan kemudian peserta didik mampu memecahkan masalah-masalah tersebut. 


John Dewey


Kerangka Dasar Progresivisme


Progresivisme merupakan aliran filsafat pendidikan yang dilakukan oleh suatu perkumpulan yang dilandasi konsep-konsep filsafat tertentu, dan sangat berpengaruh dalam pendidikan bangsa Amerika pada permulaan abad ke dua puluh. Progresivisme menolak pendidikan yang bersifat otoriter, menolak penekanan atau disiplin yang keras, menolak cara-cara belajar yang bersifat pasif, menolak konsep dan cara-cara pendidikan yang hanya berperan untuk mentransfer kebudayaan pada generasi muda, dan berbagai hal lainnya yang dipandang tidak berarti.